Senin, 14 Juli 2014

Analisis laporan Keuangan untuk mengawasi harga saham

Laporan laba rugi merupakan salah satu laporna keuangan yang diwajibkan dibuat bagi para perusahaan yang go public. laporan ini juga wajib dipublikasikan sehingga para investor dapat mengawasi dan mempelajarinya sekaligus sebagai laporan pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan kepada investor.
Laporan laba rugi merupakan rangkuman kegiatan usaha berupa pendapatan dan pengeluaran perusahaan dalam periode tertentu. Jadi, dengan laporan ini kita dapat mengetahui berapa besar pendapatan (atau rugi) suatu perusahaan dan berapa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.
Pendapatan utama perusahaan diperoleh dari penjualan barang dan atau jasa, sedangkan biaya mencakup biaya pokok produk (HPP) dan biaya operasi. Biaya pokok produk adalah biaya yang dikeluarkan untuk membuat atau menyediakan produk yang akan dijual, misalnya perusahaan yang memproduksi kue/bakery, harga pokoknya antara lain : bahan yang digunakan, tenaga kerja langsung yang terlibat dalam pembuatan kue, gas, dll. Biaya operasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendukung operasional perusahaan seperti ; gaji karyawan administrasi, transportasi, dll.
Lalu, apa hubungan dengan harga saham?
Hubungannya baik-baik saja... he..he...he, bercanda. Hubungannya sangat erat, kenapa? Perusahaan yang mempunyai potensi tren keuntungan terus menerus akan mempunyai tren kenaikan harga saham secara terus menerus dan sebaliknya jika perusahaan selalu rugi, harga sahamnya pasti akan anjlok. Kok bisa? Mari kita kembalikan ke tujuan investasi kita "mencari keuntungan". Siapa sih yang mau rugi terus menerus? tentu tidak ada. Jika ada perusahaan yang rugi terus-menerus, bisa dipastikan tidak ada investor yang mau beli kecuali yang memiliki potensi untuk penggabungan bisnis atau punya nilai strategis lainnya. Nah, karena kerugiannya ini, nilai aset perusahaan akan menyusut terus menerus, utang menumpuk, lalu jika bangkrut, apa yang bisa diperoleh oleh investor hanyalah sisa-sisa aset setelah dikurangi dengan utang/kewajiban waktu dilelang. Masih mau beli perusahaan yang sering rugi?
Terus apa maksudnya "kecuali" diatas? Maksudnya jika ada yang mau beli kemungkinan ada potensi strategis tertentu. Saya ambil contoh : saham perusahaan roti yang terus-terusan rugi, dibeli oleh pemilik saham perusahaan tepung terigu. Nah untuk pembelian saham ini dimungkinkan beberapa hal yang menjadi alasannya, seperti :

  • Pembeli akan melakukan ekspansi bisnis ke hilir, maksudnya menguasai pasar dari pembuatan tepung terigu hingga produk jadinya (roti). Dengan demikian, ada pasar yang pasti bagi produk tepung terigunya (walaupun masih perusahaan sendiri).
  • Pembeli merasa yakin bahwa ada kesalahan manajemen di perusahaan roti dan ia merasa mampu mengubah manajemen sehingga dapat menghasilkan keuntungan dari pabrik roti itu.
  • Pembelinya kebanyakan duit sampai bingung mau diapain (yang ini hanya bercanda ya)
Jadi, belajarlah dulu laporan keuangan perusahaan sebelum anda membelinya.

online trading


Tidak ada komentar:

Posting Komentar