Rabu, 23 Juli 2014

Investasi pasar modal = investasi konvensional

Investasi pasar modal sebenarnya sama dengan investasi konvensional seperti properti, emas atau tanah. Hanya saja karena banyak pengalaman buruk di masa lalu termasuk penggalangan dana oleh pihak yang tidak berhak (investasi bodong) seperti broker yang membawa lari uang nasabah, resiko yang timbul, hingga rumitnya jadi investor membuat saat itu masyarakat enggan berinvestai di pasar modal.
Pasar Modal di Indonesia berkembang pesat setelah digunakannya teknologi sehingga terjadi peningkatan volume transaksi, frekuensi, dan nilai transaksi lebih mudah diakses secara real time. Seluruh transaksi, baik proses tawar-menawar harga, jual beli, hingga penyelesaian transaksi digunakan secara elektronik dan sistem pemindahbukuan. Investor juga tidak perlu menyimpan kertas tanda bukti kepemilikan saham karena sudah ada data elektronik sehingga tidak perlu takut hilang, rusak atau dipalsukan. Semua catatan kepemilikan saham tercatat dan disimpan dalam data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku satu-satunya Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia. Selain itu, menjamurnya perusahaan efek yang menyediakan fasilitas online trading dengan beberapa platform aplikasi seperti internet, BB dan android yang memudahkan investor bertransaksi langsung secara real time. Dan yang lebih hebatnya lagi kepemilikan saham dapat diakses langsung oleh investor.
Kok bisa? Cara mengetahui kepemilikan saham investor adalah dengan menggunakan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Securitas) dari KSEI. Melalui perusahaan efek atau Bank Kustodian tempat investor terdaftar sebagai nasabah, KSEI akan memberikan Kartu AKSes dan PIN Code untuk login ke Fasilitas AKSes. Pembuatan kartu ini secara otomatis dilakukan oleh perusahaan efek saat membukakan Sub Rekening Efek di KSEI atas nama masing-masing nasabah. Untuk mengakses fasilitas ini, investor dapat menggunakan situs http://investor.ksei.co.id dan melalui aplikasi ponsel (RIM-BB, Android dan Apple).
Jadi lebih mirip buku tabungan ya--- ada PIN, kartu ATM bisa ke ATM ngecek saldo.

pasar modal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar