Sebelum memulai melakukan trading, investor pemula wajib mengetahui apa itu saham, bagaimana proses transaksi dan tips-tips jual-beli atau perdagangan saham.
Saham adalah salah satu produk keuangan yang cocok untuk investasi. Di Pasar keuangan/pasar finansial, saham termasuk produk pasar modal selain reksadana dan obligasi, dimana saham merupakan bukti kepemilikan terhadap perusahaan yang menerbitkan saham itu. Saham mempunyai nilai intrinsik dan nilai aktual. Nilai intrinsik adalah nilai yang tertulis diakta kepemilikan dan akta pendirian perusahaan, sedangkan nilai aktual adalah nilai / harga yang terjadi di pasar. Misalnya : di akte pendirian, PT ABCD menerbitkan 1.000.000.000 lembar saham dengan nilai/saham Rp.5.000,00 (nilai intrinsik). Saat ini, saham PT ABCD jika dijualbelikan dapat mencapai harga Rp.5.500,00 (nilai aktual).
Selanjutnya tips untuk jual-beli saham adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan Tujuan Investasi Anda
Mengetahui tujuan investasi pada diri sendiri adalah faktor utama dalam menentukan suatu jenis investasi termasuk pada apa akan diinvestasikan. Jika anda bertujuan untuk investasi jangka panjang, maka saham-saham perusahaan besar (blue chips) sangat cocok untuk anda karena rata-rata harga saham perusahaan blue chips mempunyai tren meningkat disamping pengelolaan perusahaan yang profesional. Saham blue chips juga cocok untuk investor pemula, beli saat saham turun karena kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama akan meningkat kembali.
2. Perlakukan saham sebagai manusia
Apa maksudnya? Saham bukan semata-mata kertas atau bukti kepemilikan, tetapi ada apa yang dibelakangnya. Saham sangat terpengaruh oleh kinerja perusahaan, pimpinan perusahaan, jenis dan karakteristik produk, persaingan, ekonomi global dll. Artinya apa? Saham akan terus berubah tergantung kondisi pasar. Seperti manusia yang kadang terpengaruh lingkungan, mood dll.
3. Disiplin
Yang dimaksud disiplin disini adalah bahwa investor wajib menetapkan batas atas dan batas bawah atau melakukan perencanaan. Seperti batasan cut-loss. Aturan itu harus ditaati dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu dan emosi sesaat.
4. Tekun dalam menganalisis dan serius
Jangan lupa untuk melakukan review atau analisis portofolio secara berkala. Untuk lebih mudahnya, jangan terlalu banyak diversifikasi agar tidak kesulitan menganalisisnya.
5. Belajar fundamental ekonomi global dan perusahaan emiten
Saham sangat fluktuatif, jadi mau tidak mau investor harus melihat perkembangan ekonomi perusahaan dan ekonomi dunia karena biasanya saling terkait.
Saham adalah salah satu produk keuangan yang cocok untuk investasi. Di Pasar keuangan/pasar finansial, saham termasuk produk pasar modal selain reksadana dan obligasi, dimana saham merupakan bukti kepemilikan terhadap perusahaan yang menerbitkan saham itu. Saham mempunyai nilai intrinsik dan nilai aktual. Nilai intrinsik adalah nilai yang tertulis diakta kepemilikan dan akta pendirian perusahaan, sedangkan nilai aktual adalah nilai / harga yang terjadi di pasar. Misalnya : di akte pendirian, PT ABCD menerbitkan 1.000.000.000 lembar saham dengan nilai/saham Rp.5.000,00 (nilai intrinsik). Saat ini, saham PT ABCD jika dijualbelikan dapat mencapai harga Rp.5.500,00 (nilai aktual).
Selanjutnya tips untuk jual-beli saham adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan Tujuan Investasi Anda
Mengetahui tujuan investasi pada diri sendiri adalah faktor utama dalam menentukan suatu jenis investasi termasuk pada apa akan diinvestasikan. Jika anda bertujuan untuk investasi jangka panjang, maka saham-saham perusahaan besar (blue chips) sangat cocok untuk anda karena rata-rata harga saham perusahaan blue chips mempunyai tren meningkat disamping pengelolaan perusahaan yang profesional. Saham blue chips juga cocok untuk investor pemula, beli saat saham turun karena kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama akan meningkat kembali.
2. Perlakukan saham sebagai manusia
Apa maksudnya? Saham bukan semata-mata kertas atau bukti kepemilikan, tetapi ada apa yang dibelakangnya. Saham sangat terpengaruh oleh kinerja perusahaan, pimpinan perusahaan, jenis dan karakteristik produk, persaingan, ekonomi global dll. Artinya apa? Saham akan terus berubah tergantung kondisi pasar. Seperti manusia yang kadang terpengaruh lingkungan, mood dll.
3. Disiplin
Yang dimaksud disiplin disini adalah bahwa investor wajib menetapkan batas atas dan batas bawah atau melakukan perencanaan. Seperti batasan cut-loss. Aturan itu harus ditaati dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu dan emosi sesaat.
4. Tekun dalam menganalisis dan serius
Jangan lupa untuk melakukan review atau analisis portofolio secara berkala. Untuk lebih mudahnya, jangan terlalu banyak diversifikasi agar tidak kesulitan menganalisisnya.
5. Belajar fundamental ekonomi global dan perusahaan emiten
Saham sangat fluktuatif, jadi mau tidak mau investor harus melihat perkembangan ekonomi perusahaan dan ekonomi dunia karena biasanya saling terkait.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar