Tampilkan postingan dengan label pasarmodal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasarmodal. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Agustus 2014

Indikator Makro Ekonomi untuk Pasar Modal

Yang namanya pasar , tentu terkait dengan kondisi pasar, sisi permintaan dan sisi penawaran. Demikian juga dengan pasar modal, kondisi permintaan dan penawaran sangat berpengaruh bagi harga saham di pasar modal. Permintaan dan penawaran sendiri sangat terkait dengan kondisi mikro perusahaan atau emiten dan kondisi makro ekonomi global.
Untuk menentukan apakah suatu investasi cocok dilakukan di suatu negara ataukah tidak, suatu sektor usaha cocok untuk investasi ataukah tidak, dan pilihan-pilihan lain, investor harus memahami kondisi ekonomi makro suatu negara.
Untuk jual beli saham di Pasar Modal, terdapat tiga indikator penting makro ekonomi yang harus diperhatikkan, yaitu :

1. Pendapatan Domestik Bruto (PDB)

PDB dapat diartikan sebagai keseluruhan nilai dari semua barang yang dihasilkan oleh suatu negara. Data PDB biasanya diterbitkan tiap kuartal dan dapat diakses melalui BPS. Yang perlu diperhatikan oleh investor adalah pertumbuhan PDB. Semakin tumbuh PDB, berarti semakin baik suatu negara. Bandingkan juga dengan pertumbuhan tahun lalu, adakah kenaikan atau malah menurun. Jika menurun, bisa dimungkinkan adanya perlambatan ekonomi suatu negara. 
Selain menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara, kondisi per sektor juga dapat dianalisis. Data mengenai PDB per sektor dapat juga dilihat di BPS. Nah jika anda sebagai investor akan masuk ke salah satu sektor investasi, misalnya pertambangan, jangan lupa untuk membandingkan PDB per sektor juga karena tiap-tiap sektor bisa jadi mempunyai tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda. Semakin tinggi pertumbuhan PDB suatu sektor maka semakin baik untuk investasi.

2. Neraca Pedagangan

Sesuai namanya, neraca perdagangan bisa diangap suatu timbangan yang membandingkan impor terhadap ekspor suatu negara. Jika ekspor lebih besar maka berarti neraca perdagangan positif/surplus, dan sebaliknya jika impor yang lebih besar maka neracanya negatif/defisit. Jika neraca perdagangannya selalu surplus, artinya ekonomi suatu negara dapat dikatakan baik. Logikanya, banyak barang yang diekspor daripada yang diimpor, artinya negara tersebut "mampu mandiri" bahkan menyuplai kebutuhan negara lain. Begitu juga sebaliknya, jika neraca perdagangan defisit, maka negara bisa jadi bangkrut, atau minimal menjadi "tergantung" pada negara lain. Jika suatu negara banyak bergantung pada negara lain, maka dimungkinkan secara politis dan ekonomis dikuasai / dipengaruhi oleh negara asing. Nah, untuk investor, kondisi neraca perdagangan ini juga akan berpengaruh pada potensi keuntungan karena jika banyak terjadi impor, kemungkinan perubahan biaya yang digunakan perusahaan (terutama yang banyak menggunakan bahan impor) akan sangat berdampak jika ada perubahan kurs . Untuk mengetahui kondisi ekspor dan impor Indonesia, anda dapat melihat di situs BPS.

3. Tingkat Suku Bunga

Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas kondisi perbankan, bank Indonesia merilis tingkat suku bunga dan menjadi acuan perbankan untuk menentukan bunga yang akan dibebankan kepada nasabah maupun istitusi perbankan lainnya (terutama bunga pinjaman). Jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga, maka dapat digambarkan bahwa bank Indonesia berpandangan bahwa aktivitas ekonomi sebaiknya direm laju pertumbuhannya, dan sebaliknya, jika suku bunga diturunkan maka ekonomi akan ditumbuhkan. mengapa suku bunga berpengaruh pada ekonomi? 
Secara logika, jika tingkat suku bunga naik, masyarakat akan cenderung menabung dan akan berpengaruh pada pengurangan uang beredar. Artinya, masyarakat yang akan mengembangkan usahanya dimungkinkan akan berpikir kembali, apakah mau ekspansi atau cukup dengan menabung saja. Selain itu, logika lainnya adalah jika tingkat suku bunga dinaikkan, pebisnis yang akan ekspansi (terutama yang menggunakan uang modal hutang) akan berpikir dua kali karena harus membandingkan kembali potensi keuntungan, perkiraan BEP, dll dengan biaya hutang yang harus dibayar ke bank. Jadi, dengan logika tersebut, jika terjadi kenaikan tingkat suku bunga, investasi ke produk perbankan meningkat tetapi investasi ke sektor riil bisa menurun dan berlaku juga sebaliknya.
Jika anda ingin mengetahui tingkat suku bunga perbankan (bukan BI), silahkan menuju ke situs BI ini.

Jumat, 08 Agustus 2014

Pilihan Produk Investasi di Pasar Modal

Pasar modal merupakan salah satu pasar untuk investasi. Sesuai UU Pasar modal No 8 Tahun 1995, instrumen atau produk yang diperdagangkan di pasar modal disebut dengan efek. Efek adalah surat berharga, yang meliputi saham, obligasi, surat pengakuan utang, surat berharga komersial, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang tercatat di bursa efek. Perusahaan yang tercatat tersbut disebut dengan emiten. Saham dapat dibeli oleh investor melalui penawaran umum perdana  Initial Public Offering atau IPO atau membeli di bursa efek atau disebut pasar sekunder. Saat ini ada sekitar 480 emiten yang mendaftarkan sahamnya di BEI. Bagi Investor, kepemilikan saham mempunyai dua cara untuk mendapatkan keuntungan, yaitu :
  • Capital Gain, yaitu selisih harga jual dengan harga beli. Bagi investor yang memang memanfaatkan perubahan harga di bursa, sebagian besar dari mereka bertujuan untuk mendapatkan capital gain, terutama bagi pemain yang menggunakan margin trading dan sistem short selling. Untuk short selling, investor yang spekulatif yang berani mengambil resiko ini. Capital gain untuk investasi jangka panjang juga bagus untuk investor yang memang investasi untuk jangka panjang.
  • Deviden, yaitu pembagian laba oleh perusahaan kepada pemegang saham. Ini sangat ccok bagi investor yang benar-benar invest dananya untuk memperoleh keuntungan dari operasional perusahaan. Yang perlu diperhatikan bagi investor jika menginginkan deviden adalah kinerja dan tipe perusahaan. Kinerja sangat berpengaruh pada laba yang dihasilkan, sedangkan tipe perusahaan berpengaruh pada apakah perusahaan sering membagi deviden ataukah tidak. Jika sering membagi deviden dengan jumlah besar, maka perusahaan ini untuk jangka panjang tidak cepat berkembang karena penambahan modal ekspansi tidak ada dan sebaliknya.
Pembelian saham membutuhkan modal yang lumayan besar karena jual-beli saham dihitung berdasarkan lot (1 lot = 100 lembar saham) dan minimum transaksi adalah 1 lot. Jadi jika anda ingin membeli saham PT ABCD seharga Rp.1.500,00 / saham, maka minimal anda membutuhkan dana sebesar Rp.1.500.000,00.

Obligasi

Obligasi berisi kontrak antara pemberi dana (investor) dengan pihak yang memperoleh dana (emiten). Emiten penerbit obligasi akan membayar bunga atau kupon secara periodik kepada investor. obligasi bisa dibeli dipasar perdana ataupun di pasar sekunder. obligasi ada jatuh tempo. Di saaat jatuh tempo, pokok obligasi akan dibayarkan kepada investor dan secara otomatis tidak lagi tercatat di BEI. Bagi investor, keuntungan yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut :
  • Capital Gain, yaitu selisih harga jual dengan harga beli. 
  • Bunga / kupon yang dibayarkan secara periodik
Obligasi dibagi dua jenis yaitu obligasi korporasi (diterbitkan emiten) dan obligasi pemerintah (Surat berharga Negara / SBN, baik dalam bentuk Surat Utang Negara / SUN, Obligasi Ritel Indonesia / ORI, dan Sukuk)
Pembelian obligasi membutuhkan modal yang besar karena rata-rata korporasi kebanyakan mengeluarkan obligasi korporat senilai Rp 1.000.000.000,00. nilai obligasi minimum yang bisa anda beli adalah Rp.5.000.000,00 yaitu atas obligasi pemerintah berupa ORI atau Sukuk Ritel

Reksadana

Untuk reksadana sudah banyak dibahas pada postingan sebelumnya, silahkan klik disini 

Arti Lot dan Odd Lot

Dalam pasar modal terdapat istilah Lot dan Odd Lot. Di bursa saham lot digunakan untuk order jual dan beli di pasar reguler. Jika anda mau bertransaksi, minimal harus jual atau beli satu lot. Pada status Bid atau offer saham di order book, yang biasa tertera adalah besaran lot, bukan lembar saham. Jadi jika 1 lot = 100 dan anda bid dengan volume 1000, berarti anda bid sebanyak 1000 lot atau 100.000 lembar saham.

1. Lot

Lot adalah istilah pemain saham untuk satuan volume saham. Satu lot di bursa efek sama dengan 100 lembar saham. Dahulu, sebelum 1 lot = 100 saham, di bursa saham, 1 lot = 1000 untuk perbankan dan 1 lot = 500 untuk sektor yang lainnya. Karena nilai 1 lot yang besar pada saat itu, hanya sedikit investor yang dapat main saham karena membutuhkan modal besar. Hal ini juga berpengaruh pada frekuensi perdagangan di bursa. Dengan adanya penetapan 1 lot = 100 lembar, diharapkan pelaku pasar modal dapat semakin banyak, termasuk investor dengan modal kecil, serta lebih memperbanyak frekuensi perdagangan.

2. Odd Lot

Secara harfiah, odd lot artinya lot yang aneh. tetapi secara istilah odd lot adalah jumlah saham yang tidak genap satu lot, alias tidak mencapai 100 lembar. Contoh, anda mempunyai 80 lembar saham, maka ini disebut odd lot.
Jika saham anda termasuk odd lot, maka anda tidak dapat menjual saham tersebut di pasar reguler karena di pasar tersebut, transaksi harus dalam bentuk lot. Jadi jika anda ingin bertransaksi, harus dilakukan di pasar non reguler.

Mengapa bisa odd lot?
Odd lot biasanya terjadi sebagai akibat aksi perusahaan, misalnya kebijakan pembagian bonus saham dan right issue.

Selasa, 05 Agustus 2014

Mengenal apa itu IHSG

Jika berbicara tentang pasar modal, terutama saham, tentu sering mendengar istilah Indeks Harga Saham gabungan (IHSG). IHSG ini merupakan indikator pergerakan pasar saham, dan bahkan menjadi cerminan dari wajah perekonomian nasional, termasuk patokan bagi investor untuk menilai performa portofolio saham.

Bagaimana IHSG terbentuk

Harga saham yang digunakan dalam menghitung IHSG adalah harga saham di pasar reguler. metode penghitungannya menggunakan nilai pasar seluruh saham yang tercatat di bursa sebagai bobot penghitungan indeks. nilai pasar suatu saham adalah hasil perkalian jumlah saham yang dicatatkan dengan harganya. Nilai Pasar ini juga biasa disebut dengan kapitalisasi pasar. Sedangkan untuk hari dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100.
Secara sederhana, setiap saham dihitung terlebih dahulu kapitalisasi pasarnya, kemudian dijumlahkan seluruh kapitalisasi pasar unuk semua saham, lalu dibagi dengan nilai dasar, kemudian dikalikan 100. Nilai dasar merupakan kapitalisasi pasar seluruh saham pada hari dasar.
Bursa efek Indonesia, sebagai otoritas yang mengelola IHSG saat ini mengumumkan IHSG setiap hari, tepatnya setelah penutupan perdagangan. BEI seharusnya menggunakan semua harga saham perusahaan yang tercatat di bursa sebagai komponen penghitungan indeks. namun, agar IHSG dapat menggambarkan pasar yang wajar, BEI dapat dan mempunyai wewenang untuk sewaktu-waktu mengeluarkan atau tidak menggunakan saham-saham tertentu dari perhitungan. dasar pertimbangannya antara lain jika jumlah saham perusahaan tersebut yang dimiliki oleh publik (free float) relatif kecil sementara kapitalisasi pasarnya cukup besar, sehingga perubahan harga saham berpotensi mempengaruhi IHSG padahal transaksinya sedikit.

Apakah kenaikan / penurunan IHSG berarti kenaikan / penurunan semua saham?

Kenaikan/penurunan IHSG tidak berarti terjadi kenaikan/penurunan seluruh saham. Tetapi hanya menggambarkan bahwa sebagian besar saham mengalami kenaikan/penurunan. Misalnya hari A terjadi kenaikan IHSG, artinya saham-saham yang mengalami kenaikan mempunyai kapitalisasi yang lebih besar dibandingkan saham-saham yang mengalami penurunan. Demikian juga sebaliknya.

Senin, 04 Agustus 2014

Trading Untuk Investor Modal Besar

Kita telah membahas investasi untuk investor pemula dengan modal kecil melalui reksa dana. So, apakah ada jenis investasi seperti reksa dana bagi investor dengan modal besar tapi tidak punya waktu dan kemampuan untuk trading di saham?

Investor Besar bisa bursa tanpa harus mengetahui bursa

Uang adalah segalanya, Jangan anda yang bekerja demi uang tetapi biarkan uang yang bekerja untuk anda, begitu kata pepatah, kelihatannya mudah, tapi khusus bagi orang yang kaya, bagi yang pas-pasan ya tidak berlaku. Begitu juga di pasar modal, kalau investor kecil dengan modal pas-pasan bisa masuk pasar modal melalui reksa dana, Bagi investor modal besar banyak cara untuk masuk pasar modal, seperti bermain sendiri atau menuruh orang untuk melakukannya. Cara pertama sepertinya tidak cocok karena investor bermodal besar tentu tidak mau merepotkan diri sendiri atau lebih baik bersenang-senang dan berbisnis lain yang menjadi core businessnya, so yang cocok adalah cara kedua.

Bagaimana investor bermodal besar bisa masuk ke pasar modal?

Seperti reksa dana, investor bermodal besar, baik modalnya berasal dari kekayaan yang terakumulasi, baru menjual prperti, atau memperoleh warisan, dapat masuk ke pasar modal melalui manajer investasi untuk mencari produk yang sesuai. nah, khusus untuk investor bermodal besar, manajer investasi mengelola produk investasi yang disebut Kontrak Pengelolaan Dana (KPD).
KPD adalah pengelolaan portofolio efek yang dibuat untuk kepentingan investor berdasarkan perjanjian pengelolaan dana yang bersifat bilateral dan individual, disusun sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan harus mendapatkan pernyataan efektif dari OJK sebelum ditawarkan ke investor. KPD bisa dimiliki perorangan atau institusi. Jumlah dana kelolaan awal setiap nasabah secara individual minimal 10 milyar. Dana pengelolaan bisa berkurang jika penurunan terjadi karena pergerakan harga pasar atas portofolio efek.

Keuntungan investasi Kontrak Pengelolaan Dana (KPD)

Ada beberapa keuntungannya bagi investor bermodal besar berinvestasi melaui KPD:
  • Fleksibel, artinya Investor dan manajer investasi dapat menentukan kebijakan investasi (portofolio) yang menjadi dasar investasi
  • Transparan. Investor secara rutin memperoleh laporan berkala tentang perkembangan dana atau efek yang dikelola.
  • Mudah. Investor tidak perlu mendalami secara detail masalah pasar saham/ pasar modal karena telah dikelola oleh manajer investasi.

Yang harus diperhatikan investor

Semua investasi ada resikonya. Yang perlu diperhatikan oleh investor untuk meminimalkan resiko dalam KPD adalah 
kontrak pengelolaan dana
  • Investor wajib mengetahui dan memahami aspek resiko yang terkait kontrak pengelolaan dana
  • KPD bukan produk ritel karena dibuat untuk kepentingan investor tertentu, sehingga hanya bisa ditawarkan langsung oleh manajer investasi
  • Manajer investasi harus menjelaskan produk KPD yang ditawarkan termasuk portofolio alokasi dana KPD seperti : saham, obligasi, investasi langsung, properti dll.

Investasi Saham vs Investasi Bisnis Riil

Bagi sebagian besar orang, pendapat buruk mengenai berinvestasi di pasar modal terutama saham masih tetap ada, seperti :

  • "main saham itu seperti judi"
  • "main saham bisa bikin bangkrut"
  • "daripada main di saham mending di bisnis riil, lebih pasti"
Benarkah demikian? Ada benarnya juga sih, tetapi tidak selalu 100% benar. Tetapi berdampak besar pada investasi di bidang pasar modal karena sampai saat ini, investor saham di Indonesia hanya sekitar 0,2% dari jumlah penduduk atau sekitar 350 ribu orang. Mengapa?
Bisnis riil memang lebih kelihatan, artinya dapat diprediksi dengan jelas dan matematis. tetapi tidak demikian dengan resikonya. Sebagai contoh adalah bisnis waralaba/ franchise yang beberapa tahun ini sangat marak. Modal yang dibutuhkan juga variatif, tergantung jenis franchise-nya, bisa mulai 3 juta sd miliaran. Kalkulasi potensi keuntungan juga digambarkan jelas oleh franchisor dan menggiurkan. tetapi semuanya tetap mempunyai resiko, apakah resiko bisa digambarkan dengan jelas? Karena menyangkut ketidakpastian, tentu saja tidak dapat diprediksi dengan jelas, hanya dapat diperkirakan, misalnya syarat break even point tercapai 2 tahun jika pembelian sekian kali. So, banyak juga franchisee yang akhirnya tutup karena rugi karena salah perhitungan dan salah antisipasi, termasuk terlilit utang. Jika utang tidak terbayar tentu dilakukan sita dan lelang.
Lalu bagaimana dengan saham? sama saja, ada potensi keuntungan, dan ada potensi kerugian hingga bangkrut. Secara teori, kebangkrutan pada investasi saham sering terjadi jika investor banyak menggunakan fasilitas margin trading atau utang untuk membeli saham. Jika saat beli dengan fasilitas margin mendapatkan saham berkualitas dan ketika menjualnya kembali memperoleh untung, maka investor untung, tetapi bagaimana jika tidak, tentu rugi, rugi diharga saham, plus rugi dibunga jika pembayaran fasilitas melewati jatuh tempo pembayaran.

Bagaimana cara meminimalkan kerugian trading saham?

Ada berbagai teknik untuk meminimalkan potensi kerugian dalam trading saham, salah satunya adalah pembelian saham-saham blue chip yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan yang kuat secara fundamental dan berkinerja bagus, seperti : Indofood, Astra, BCA, dll.

So, mana yang anda pilih, Bisnis Riil atau Investasi Saham? dua-duanya penya resiko dan potensi keuntungan.
Bisnis riil

Kamis, 24 Juli 2014

Mengenal Apa itu Obligasi

Di Pasar Modal, selain menerbitkan saham , terdapat pula alternatif pendanaan lain bagi perusahaan yaitu melakukan penerbitan obligasi.

Obligasi

Obligasi atau surat utang adalah efek yang sangat umum ditemukan dalam dunia keuangan, baik diterbitkan oleh perusahaan maupun diterbitkan oleh pemerintah. Mungkin anda pernah mendengar istilah "ORI = obligasi ritel Indonesia". Nah, itu salah satunya.  Dalam obligasi , investor sebagai kreditor (pemberi utang) sedangkan perusahaan sebagai debitor (pengutang). Obligasi umumnya berjangka panjang, berkisar 3-10 tahun. . Proses penerbitan obligasi hampir sama dengan penerbitan saham. Perusahaan yang akan menerbitkan obligasi menunjuk perusahaan efek yang memiliki izin sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE). Beberapa hal yang perlu diketahui dalam penerbitan obligasi adalah :

Wali Amanat

Wali amanat merupakan lembaga penunjang yang mewakili kepentingan pemegang efek bersifat utang atau sukuk, baik di dalam maupun diluar pengadilan. Wali amanat diberi kuasa berdasarkan UU Pasar Modal No 8 tahun 1995 untuk mewakili pemegang efek berupa utang atau sukuk dalam melakukan tindakan hukum yang berkaitan dengan kepentingan pemegang efek bersifat utang / sukuk, termasuk melakukan penuntutan hak-hak pemegang efek tanpa memerlukan surat kuasa khusus dari pemegang efek.

Keuntungan Investor

Investor dapat membeli obligasi  di pasar perdana, saat penawaran umum,dan memegang obligasi hingga jatuh tempo dengan imbalan / penghasilan kupon yang dibayarkan tiap periode. Atau investor juga bisa menjual obligasi di Pasar Sekunder saat telah tercatat di BEI. Jadi keuntungan/penghasilan investor bisa dari 2 sebab, yaitu : kupon yang dibayarkan tiap periode tertentu dan capital gain (keuntungan penjualan obligasi dipasar sekunder). Saat menjualnya di pasar sekunder, harga obligasi sangat tergantung pada mekanisme pasar.

Rating / Peringkat Utang

Rating/peringkat utang wajib disertakan dalam penerbitan obligasi. rating ini dikeluarkan oleh lembaga rating yang tercatat di otoritas jasa keuangan (OJK). Peringkat utang ini akan menentukan kupon obligasi yang diterbitkan. Semakin tinggi rating, maka semakin bagus surat utang yang diterbitkan. Maksudnya kemampuan perusahaan dalam membayar utang semakin valid dan tingkat resiko jika membeli obligasi semakin rendah. Umumnya, investor institusi hanya akan membeli obligasi dengan rating investment grade atau layak investasi.

Izin Efektif oleh OJK

Sebelum menerbitkan obligasi, perusahaan emiten harus melakukan pendaftaran ke OJK untuk memperoleh izin efektif. Jika sudah ada izin, perusahaan baru bisa melakukan penawaran umum obligasi.

Syarat Penerbitan Obligasi

Dalam menerbitkan obligasi, perusahaan emitten harus memenuhi persyaratan sesuai Peraturan OJK, yaitu :
  • telah menjadi emiten atau perusahaan publik minimal 2 tahun
  • Penawaran umum berkelanjutan secara bertahap selama dua tahun terakhir sebelum melunasi efek, perusahaan emitten tidak pernah mengalami gagal bayar hingga tanggal penyampaian pernyataan pendaftaran.
  • Obligasi yang diterbitkan melalui penawaran umum berkelanjutan masuk dalam kategori investment grade atau empat peringkat teratas berdasarkan rating lembaga pemeringkat efek. Emiten wajib menyampaikan laporan hasil penawaran umum berkelanjutan ke OJK.

Rabu, 23 Juli 2014

Investasi pasar modal = investasi konvensional

Investasi pasar modal sebenarnya sama dengan investasi konvensional seperti properti, emas atau tanah. Hanya saja karena banyak pengalaman buruk di masa lalu termasuk penggalangan dana oleh pihak yang tidak berhak (investasi bodong) seperti broker yang membawa lari uang nasabah, resiko yang timbul, hingga rumitnya jadi investor membuat saat itu masyarakat enggan berinvestai di pasar modal.
Pasar Modal di Indonesia berkembang pesat setelah digunakannya teknologi sehingga terjadi peningkatan volume transaksi, frekuensi, dan nilai transaksi lebih mudah diakses secara real time. Seluruh transaksi, baik proses tawar-menawar harga, jual beli, hingga penyelesaian transaksi digunakan secara elektronik dan sistem pemindahbukuan. Investor juga tidak perlu menyimpan kertas tanda bukti kepemilikan saham karena sudah ada data elektronik sehingga tidak perlu takut hilang, rusak atau dipalsukan. Semua catatan kepemilikan saham tercatat dan disimpan dalam data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku satu-satunya Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia. Selain itu, menjamurnya perusahaan efek yang menyediakan fasilitas online trading dengan beberapa platform aplikasi seperti internet, BB dan android yang memudahkan investor bertransaksi langsung secara real time. Dan yang lebih hebatnya lagi kepemilikan saham dapat diakses langsung oleh investor.
Kok bisa? Cara mengetahui kepemilikan saham investor adalah dengan menggunakan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Securitas) dari KSEI. Melalui perusahaan efek atau Bank Kustodian tempat investor terdaftar sebagai nasabah, KSEI akan memberikan Kartu AKSes dan PIN Code untuk login ke Fasilitas AKSes. Pembuatan kartu ini secara otomatis dilakukan oleh perusahaan efek saat membukakan Sub Rekening Efek di KSEI atas nama masing-masing nasabah. Untuk mengakses fasilitas ini, investor dapat menggunakan situs http://investor.ksei.co.id dan melalui aplikasi ponsel (RIM-BB, Android dan Apple).
Jadi lebih mirip buku tabungan ya--- ada PIN, kartu ATM bisa ke ATM ngecek saldo.

pasar modal

Modal Kecil Investasi Reksa Dana

Apakah anda sudah pernah investasi di pasar modal? Jika belum, sebaiknya anda perhatikan postingan ini. Untuk Investor pemula, Investasi reksa dana adalah produk pasar modal yang paling sesuai untuk memulai investasi. Mengapa? ada beberapa alasan yang mendasarinya yaitu :

  • Tidak perlu modal besar (tergantung produknya, bisa mulai Rp.100.000,-)
  • Dikelola oleh manajer investasi profesional sehingga investor tidak perlu memiliki keahlian dan memahami portofolio investasi
  • Alternatif bentuk investasi dan manajer investasi yang menawarkan produknya sangat banyak
  • Cara investasi bisa langsung melalui kantor perusahaan efek / sekuritas atau melalui online

.Perusahaan efek yang dapat anda datangi antara lain :

  • BNI Securities
  • Danareksa
  • Sinarmas Securities
  • Trimegah Securities
Jadi, mari segera berinvestasi, mulai dari yang kecil, dari sekarang, untuk masa depan.


Senin, 14 Juli 2014

Analisis Teknikal Saham

Apa itu analisis teknikal saham? mungkin, rekan netter bertanya-tanya kenapa saya posting yang pertama adalah ini, bukan informasi yang lainnya. Oke saya jelaskan, blog ini adalah media untuk berbagi informasi sekaligus media saya untuk belajar dan menambah pengetahuan. Jadi apa yang saya pelajari akan saya tuangkan di blog ini. Nah kebetulan saat ini saya lagi belajar analisis teknikal saham, jadi sekaligus juga saya share pengetahuan ini.

Baiklah, apa sih analisis teknikal saham itu? Untuk mudahnya, dalam menganalisis saham ada beberapa analisis yang dipelajari. Salah satunya adalah analisis teknikal. nah bagaimana mempelajarinya? Cara mudah mempelajarinya adalah dengan mengetahui pola-pola pergerakan harga saham dari sebuah emiten. Keputusan dalam analisis ini adalah menjual atau membeli dengan didasari data-data harga dan volume perdagangan saham di masa lalu untuk memprediksi pola perilaku harga saham di masa datang.
Fokus yang ingin dicapai adalah ketepatan waktu memprediksi perubahan harga jangka pendek dan menekankan perhatian dan perubahan harga dibandingkan tingkat harga.

Bagaimana memulai analisi teknikal saham?
Analisis ini menggunakan data pasar yang telah dipublikasikan, seperti harga, volume, dan faktor lain yang bersifat teknis. Jadi perlu memahami istilah-istilah seperti harga pembukkan (open price), harga tinggi (high price), harga rendah (low price) dan harga penutupan (closing price). Selain itu, pelaku pasar harus memahami kondisi dan kejadian yang terjadi yang secara rasional ataupun irasional sudah direfleksikan dalam harga yang terbentuk. Jadi dasar pemikirannya adalah jika permintaan meningkat dan penawaran menurun atau tetap, maka harga akan naik, dan sebaliknya.
Selain itu, pelaku pasar dapat menggunakan tren sebagai patokan analisis teknikal saham. Tren harga bergerak dalam suatu tren dan tidak mungkin dimanipulasi. jika tren bergerak naik, maka tidak mungkin turun, kecuali ada reversal.
Cara lain adalah pedoman bahwa aksi pasar selalu berulang. Dalam analisis ini digunakan kepercayaan bahwa investor akan mengulangi perbuatannya jika kondisi pasar sama. Biasanya hal ini dibuat dalam diagram / chart. Sehingga dengan mengamati diagram/chart ini, pelaku pasar dapat segera membuat keputusan secepat mungkin dalam mengambil aksi jual ataupun beli dan menghitung potensi keuntungan yang dapat diperoleh.

online trading