Selasa, 05 Agustus 2014

Mengenal apa itu IHSG

Jika berbicara tentang pasar modal, terutama saham, tentu sering mendengar istilah Indeks Harga Saham gabungan (IHSG). IHSG ini merupakan indikator pergerakan pasar saham, dan bahkan menjadi cerminan dari wajah perekonomian nasional, termasuk patokan bagi investor untuk menilai performa portofolio saham.

Bagaimana IHSG terbentuk

Harga saham yang digunakan dalam menghitung IHSG adalah harga saham di pasar reguler. metode penghitungannya menggunakan nilai pasar seluruh saham yang tercatat di bursa sebagai bobot penghitungan indeks. nilai pasar suatu saham adalah hasil perkalian jumlah saham yang dicatatkan dengan harganya. Nilai Pasar ini juga biasa disebut dengan kapitalisasi pasar. Sedangkan untuk hari dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100.
Secara sederhana, setiap saham dihitung terlebih dahulu kapitalisasi pasarnya, kemudian dijumlahkan seluruh kapitalisasi pasar unuk semua saham, lalu dibagi dengan nilai dasar, kemudian dikalikan 100. Nilai dasar merupakan kapitalisasi pasar seluruh saham pada hari dasar.
Bursa efek Indonesia, sebagai otoritas yang mengelola IHSG saat ini mengumumkan IHSG setiap hari, tepatnya setelah penutupan perdagangan. BEI seharusnya menggunakan semua harga saham perusahaan yang tercatat di bursa sebagai komponen penghitungan indeks. namun, agar IHSG dapat menggambarkan pasar yang wajar, BEI dapat dan mempunyai wewenang untuk sewaktu-waktu mengeluarkan atau tidak menggunakan saham-saham tertentu dari perhitungan. dasar pertimbangannya antara lain jika jumlah saham perusahaan tersebut yang dimiliki oleh publik (free float) relatif kecil sementara kapitalisasi pasarnya cukup besar, sehingga perubahan harga saham berpotensi mempengaruhi IHSG padahal transaksinya sedikit.

Apakah kenaikan / penurunan IHSG berarti kenaikan / penurunan semua saham?

Kenaikan/penurunan IHSG tidak berarti terjadi kenaikan/penurunan seluruh saham. Tetapi hanya menggambarkan bahwa sebagian besar saham mengalami kenaikan/penurunan. Misalnya hari A terjadi kenaikan IHSG, artinya saham-saham yang mengalami kenaikan mempunyai kapitalisasi yang lebih besar dibandingkan saham-saham yang mengalami penurunan. Demikian juga sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar