Tampilkan postingan dengan label saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saham. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Agustus 2014

Pilihan Produk Investasi di Pasar Modal

Pasar modal merupakan salah satu pasar untuk investasi. Sesuai UU Pasar modal No 8 Tahun 1995, instrumen atau produk yang diperdagangkan di pasar modal disebut dengan efek. Efek adalah surat berharga, yang meliputi saham, obligasi, surat pengakuan utang, surat berharga komersial, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang tercatat di bursa efek. Perusahaan yang tercatat tersbut disebut dengan emiten. Saham dapat dibeli oleh investor melalui penawaran umum perdana  Initial Public Offering atau IPO atau membeli di bursa efek atau disebut pasar sekunder. Saat ini ada sekitar 480 emiten yang mendaftarkan sahamnya di BEI. Bagi Investor, kepemilikan saham mempunyai dua cara untuk mendapatkan keuntungan, yaitu :
  • Capital Gain, yaitu selisih harga jual dengan harga beli. Bagi investor yang memang memanfaatkan perubahan harga di bursa, sebagian besar dari mereka bertujuan untuk mendapatkan capital gain, terutama bagi pemain yang menggunakan margin trading dan sistem short selling. Untuk short selling, investor yang spekulatif yang berani mengambil resiko ini. Capital gain untuk investasi jangka panjang juga bagus untuk investor yang memang investasi untuk jangka panjang.
  • Deviden, yaitu pembagian laba oleh perusahaan kepada pemegang saham. Ini sangat ccok bagi investor yang benar-benar invest dananya untuk memperoleh keuntungan dari operasional perusahaan. Yang perlu diperhatikan bagi investor jika menginginkan deviden adalah kinerja dan tipe perusahaan. Kinerja sangat berpengaruh pada laba yang dihasilkan, sedangkan tipe perusahaan berpengaruh pada apakah perusahaan sering membagi deviden ataukah tidak. Jika sering membagi deviden dengan jumlah besar, maka perusahaan ini untuk jangka panjang tidak cepat berkembang karena penambahan modal ekspansi tidak ada dan sebaliknya.
Pembelian saham membutuhkan modal yang lumayan besar karena jual-beli saham dihitung berdasarkan lot (1 lot = 100 lembar saham) dan minimum transaksi adalah 1 lot. Jadi jika anda ingin membeli saham PT ABCD seharga Rp.1.500,00 / saham, maka minimal anda membutuhkan dana sebesar Rp.1.500.000,00.

Obligasi

Obligasi berisi kontrak antara pemberi dana (investor) dengan pihak yang memperoleh dana (emiten). Emiten penerbit obligasi akan membayar bunga atau kupon secara periodik kepada investor. obligasi bisa dibeli dipasar perdana ataupun di pasar sekunder. obligasi ada jatuh tempo. Di saaat jatuh tempo, pokok obligasi akan dibayarkan kepada investor dan secara otomatis tidak lagi tercatat di BEI. Bagi investor, keuntungan yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut :
  • Capital Gain, yaitu selisih harga jual dengan harga beli. 
  • Bunga / kupon yang dibayarkan secara periodik
Obligasi dibagi dua jenis yaitu obligasi korporasi (diterbitkan emiten) dan obligasi pemerintah (Surat berharga Negara / SBN, baik dalam bentuk Surat Utang Negara / SUN, Obligasi Ritel Indonesia / ORI, dan Sukuk)
Pembelian obligasi membutuhkan modal yang besar karena rata-rata korporasi kebanyakan mengeluarkan obligasi korporat senilai Rp 1.000.000.000,00. nilai obligasi minimum yang bisa anda beli adalah Rp.5.000.000,00 yaitu atas obligasi pemerintah berupa ORI atau Sukuk Ritel

Reksadana

Untuk reksadana sudah banyak dibahas pada postingan sebelumnya, silahkan klik disini 

Mengenal Jenis-Jenis Saham

Sebagai sebuah bukti kepemilikan, saham ternyata mempunyai beberapa jenis, dengan keunggulan tertentu bagi pemiliknya. Salah satu pembagian jenis saham adalah dilihat dari sisi klaimnya, kategori / kinerja perdagangan dan cara peralihan.

Pembagian Jenis Saham menurut klaimnya

Dari sisi klaimnya, saham dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Saham Biasa / Common Stock

Saham biasa atau common stock biasanya merupakan jenis efek yang paling sering digunakan oleh perusahaan emitten yang menjual sahamnya kepada publik untuk memperoleh dana dari masyarakat . Saham jenis ini paling populer di pasar modal karena paling sering diperdagangkan. Pemilik saham ini mempunyai hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pemegang saham ini juga akan menerima deviden jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui adanya pembagian laba oleh RUPS. Selain itu, pemilik saham biasa juga mempunyai hak mendahulu jika perusahaan akan menerbitkan saham baru (right issue). Lebih khusus lagi, tanggung jawab pemegang saham hanya terbatas pada saham yang dimiliki saja.

2. Saham Preferen / Preferred Stock

Saham preferen biasanya disebut juga sebagai saham campuran karena memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). seperti saham biasa tetapi memiliki karakteristik yang unik. Karakteristik unik saham preferen adalah :

  • Bisa mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis diatas lembaran saham. 
  • Saham preferen memiliki berbagai tingkat dan perusahaan dapat menerbitkan dengan karakteristik yang berbeda. 
  • Mempunyai tagihan terhadap aktiva dan penghasilan serta mempunyai prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam pembagian dividen
  • Sifat dividen kumulatif, maksudnya jika belum menerima deviden dari periode sebelumnya maka dapat memperoleh deviden yang belum dibagikan tersebut pada saat pembagian deviden berikutnya.
  • Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk

Pembagian Jenis Saham menurut kinerja perdagangan / kategorinya

Bila ditinjau dari kategori atau kinerja perdagangan, jenis-jenis saham adalah :

  • Blue chip stocks, saham biasa ini dikeluarkan oleh perusahaan dengan reputasi tinggi, penghasilan (laba) yang stabil , perusahaan yang menjadi leader dalam industri yang digeluti, dan konsisten dalam melakukan pembayaran dividen
  • Income stocks, saham ini diterbitkan oleh perusahaan dengan kemampuan membayarkan dividen melebihi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya dan secara teratur membaginya dalam bentuk deviden tunai. Perusahaan penerbit saham ini biasanya tidak mementingkan potensi (termasuk pengembangan usaha) sehingga fokus pada pembagian deviden dan tidak mempunyai laba ditahan yang banyak.
  • Growth stocks, terdiri dari well-known (dikeluarkan oleh perusahaan terkenal) dan lesser-known (dikeluarkan oleh perusahaan tidak terkenal). 
  • Speculative stocks, saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, mempunyai prospek yang tidak pasti dimasa mendatang tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, 
  • Counter Cyclical stocks, saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Artinya, jika resesi ekonomi dunia terjadi, harga saham tidak banyak terpengaruh.
  • Emerging Growth Stocks, saham yang dikeluarkan oleh perusahaan emiten yang relatif kecil, relatif stabil walau kondisi ekonomi yang kurang mendukung
  • Defensive Stocks, saham yang baik, tetap stabil , baik dari suatu periode atau dari kondisi yang tidak menentu dan resesi ekonomi.

Selasa, 05 Agustus 2014

Mengenal apa itu IHSG

Jika berbicara tentang pasar modal, terutama saham, tentu sering mendengar istilah Indeks Harga Saham gabungan (IHSG). IHSG ini merupakan indikator pergerakan pasar saham, dan bahkan menjadi cerminan dari wajah perekonomian nasional, termasuk patokan bagi investor untuk menilai performa portofolio saham.

Bagaimana IHSG terbentuk

Harga saham yang digunakan dalam menghitung IHSG adalah harga saham di pasar reguler. metode penghitungannya menggunakan nilai pasar seluruh saham yang tercatat di bursa sebagai bobot penghitungan indeks. nilai pasar suatu saham adalah hasil perkalian jumlah saham yang dicatatkan dengan harganya. Nilai Pasar ini juga biasa disebut dengan kapitalisasi pasar. Sedangkan untuk hari dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100.
Secara sederhana, setiap saham dihitung terlebih dahulu kapitalisasi pasarnya, kemudian dijumlahkan seluruh kapitalisasi pasar unuk semua saham, lalu dibagi dengan nilai dasar, kemudian dikalikan 100. Nilai dasar merupakan kapitalisasi pasar seluruh saham pada hari dasar.
Bursa efek Indonesia, sebagai otoritas yang mengelola IHSG saat ini mengumumkan IHSG setiap hari, tepatnya setelah penutupan perdagangan. BEI seharusnya menggunakan semua harga saham perusahaan yang tercatat di bursa sebagai komponen penghitungan indeks. namun, agar IHSG dapat menggambarkan pasar yang wajar, BEI dapat dan mempunyai wewenang untuk sewaktu-waktu mengeluarkan atau tidak menggunakan saham-saham tertentu dari perhitungan. dasar pertimbangannya antara lain jika jumlah saham perusahaan tersebut yang dimiliki oleh publik (free float) relatif kecil sementara kapitalisasi pasarnya cukup besar, sehingga perubahan harga saham berpotensi mempengaruhi IHSG padahal transaksinya sedikit.

Apakah kenaikan / penurunan IHSG berarti kenaikan / penurunan semua saham?

Kenaikan/penurunan IHSG tidak berarti terjadi kenaikan/penurunan seluruh saham. Tetapi hanya menggambarkan bahwa sebagian besar saham mengalami kenaikan/penurunan. Misalnya hari A terjadi kenaikan IHSG, artinya saham-saham yang mengalami kenaikan mempunyai kapitalisasi yang lebih besar dibandingkan saham-saham yang mengalami penurunan. Demikian juga sebaliknya.

Senin, 04 Agustus 2014

Trading Untuk Investor Modal Besar

Kita telah membahas investasi untuk investor pemula dengan modal kecil melalui reksa dana. So, apakah ada jenis investasi seperti reksa dana bagi investor dengan modal besar tapi tidak punya waktu dan kemampuan untuk trading di saham?

Investor Besar bisa bursa tanpa harus mengetahui bursa

Uang adalah segalanya, Jangan anda yang bekerja demi uang tetapi biarkan uang yang bekerja untuk anda, begitu kata pepatah, kelihatannya mudah, tapi khusus bagi orang yang kaya, bagi yang pas-pasan ya tidak berlaku. Begitu juga di pasar modal, kalau investor kecil dengan modal pas-pasan bisa masuk pasar modal melalui reksa dana, Bagi investor modal besar banyak cara untuk masuk pasar modal, seperti bermain sendiri atau menuruh orang untuk melakukannya. Cara pertama sepertinya tidak cocok karena investor bermodal besar tentu tidak mau merepotkan diri sendiri atau lebih baik bersenang-senang dan berbisnis lain yang menjadi core businessnya, so yang cocok adalah cara kedua.

Bagaimana investor bermodal besar bisa masuk ke pasar modal?

Seperti reksa dana, investor bermodal besar, baik modalnya berasal dari kekayaan yang terakumulasi, baru menjual prperti, atau memperoleh warisan, dapat masuk ke pasar modal melalui manajer investasi untuk mencari produk yang sesuai. nah, khusus untuk investor bermodal besar, manajer investasi mengelola produk investasi yang disebut Kontrak Pengelolaan Dana (KPD).
KPD adalah pengelolaan portofolio efek yang dibuat untuk kepentingan investor berdasarkan perjanjian pengelolaan dana yang bersifat bilateral dan individual, disusun sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan harus mendapatkan pernyataan efektif dari OJK sebelum ditawarkan ke investor. KPD bisa dimiliki perorangan atau institusi. Jumlah dana kelolaan awal setiap nasabah secara individual minimal 10 milyar. Dana pengelolaan bisa berkurang jika penurunan terjadi karena pergerakan harga pasar atas portofolio efek.

Keuntungan investasi Kontrak Pengelolaan Dana (KPD)

Ada beberapa keuntungannya bagi investor bermodal besar berinvestasi melaui KPD:
  • Fleksibel, artinya Investor dan manajer investasi dapat menentukan kebijakan investasi (portofolio) yang menjadi dasar investasi
  • Transparan. Investor secara rutin memperoleh laporan berkala tentang perkembangan dana atau efek yang dikelola.
  • Mudah. Investor tidak perlu mendalami secara detail masalah pasar saham/ pasar modal karena telah dikelola oleh manajer investasi.

Yang harus diperhatikan investor

Semua investasi ada resikonya. Yang perlu diperhatikan oleh investor untuk meminimalkan resiko dalam KPD adalah 
kontrak pengelolaan dana
  • Investor wajib mengetahui dan memahami aspek resiko yang terkait kontrak pengelolaan dana
  • KPD bukan produk ritel karena dibuat untuk kepentingan investor tertentu, sehingga hanya bisa ditawarkan langsung oleh manajer investasi
  • Manajer investasi harus menjelaskan produk KPD yang ditawarkan termasuk portofolio alokasi dana KPD seperti : saham, obligasi, investasi langsung, properti dll.

Investasi Saham vs Investasi Bisnis Riil

Bagi sebagian besar orang, pendapat buruk mengenai berinvestasi di pasar modal terutama saham masih tetap ada, seperti :

  • "main saham itu seperti judi"
  • "main saham bisa bikin bangkrut"
  • "daripada main di saham mending di bisnis riil, lebih pasti"
Benarkah demikian? Ada benarnya juga sih, tetapi tidak selalu 100% benar. Tetapi berdampak besar pada investasi di bidang pasar modal karena sampai saat ini, investor saham di Indonesia hanya sekitar 0,2% dari jumlah penduduk atau sekitar 350 ribu orang. Mengapa?
Bisnis riil memang lebih kelihatan, artinya dapat diprediksi dengan jelas dan matematis. tetapi tidak demikian dengan resikonya. Sebagai contoh adalah bisnis waralaba/ franchise yang beberapa tahun ini sangat marak. Modal yang dibutuhkan juga variatif, tergantung jenis franchise-nya, bisa mulai 3 juta sd miliaran. Kalkulasi potensi keuntungan juga digambarkan jelas oleh franchisor dan menggiurkan. tetapi semuanya tetap mempunyai resiko, apakah resiko bisa digambarkan dengan jelas? Karena menyangkut ketidakpastian, tentu saja tidak dapat diprediksi dengan jelas, hanya dapat diperkirakan, misalnya syarat break even point tercapai 2 tahun jika pembelian sekian kali. So, banyak juga franchisee yang akhirnya tutup karena rugi karena salah perhitungan dan salah antisipasi, termasuk terlilit utang. Jika utang tidak terbayar tentu dilakukan sita dan lelang.
Lalu bagaimana dengan saham? sama saja, ada potensi keuntungan, dan ada potensi kerugian hingga bangkrut. Secara teori, kebangkrutan pada investasi saham sering terjadi jika investor banyak menggunakan fasilitas margin trading atau utang untuk membeli saham. Jika saat beli dengan fasilitas margin mendapatkan saham berkualitas dan ketika menjualnya kembali memperoleh untung, maka investor untung, tetapi bagaimana jika tidak, tentu rugi, rugi diharga saham, plus rugi dibunga jika pembayaran fasilitas melewati jatuh tempo pembayaran.

Bagaimana cara meminimalkan kerugian trading saham?

Ada berbagai teknik untuk meminimalkan potensi kerugian dalam trading saham, salah satunya adalah pembelian saham-saham blue chip yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan yang kuat secara fundamental dan berkinerja bagus, seperti : Indofood, Astra, BCA, dll.

So, mana yang anda pilih, Bisnis Riil atau Investasi Saham? dua-duanya penya resiko dan potensi keuntungan.
Bisnis riil

Rabu, 23 Juli 2014

Tips belajar Saham

Sebelum memulai melakukan trading, investor pemula wajib mengetahui apa itu saham, bagaimana proses transaksi dan  tips-tips jual-beli atau perdagangan saham.
Saham adalah salah satu produk keuangan yang cocok untuk investasi. Di Pasar keuangan/pasar finansial, saham termasuk produk pasar modal selain reksadana dan obligasi, dimana saham merupakan bukti kepemilikan terhadap perusahaan yang menerbitkan saham itu. Saham mempunyai nilai intrinsik dan nilai aktual. Nilai intrinsik adalah nilai yang tertulis diakta kepemilikan dan akta pendirian perusahaan, sedangkan nilai aktual adalah nilai / harga yang terjadi di pasar. Misalnya : di akte pendirian, PT ABCD menerbitkan 1.000.000.000 lembar saham dengan nilai/saham Rp.5.000,00 (nilai intrinsik). Saat ini, saham PT ABCD jika dijualbelikan dapat mencapai harga Rp.5.500,00 (nilai aktual).

Selanjutnya tips untuk jual-beli saham adalah sebagai berikut :

1. Perhatikan Tujuan Investasi Anda
Mengetahui tujuan investasi pada diri sendiri adalah faktor utama dalam menentukan suatu jenis investasi termasuk pada apa akan diinvestasikan. Jika anda bertujuan untuk investasi jangka panjang, maka saham-saham perusahaan besar (blue chips) sangat cocok untuk anda karena rata-rata harga saham perusahaan blue chips mempunyai tren meningkat disamping pengelolaan perusahaan yang profesional. Saham blue chips juga cocok untuk investor pemula, beli saat saham turun karena kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama akan meningkat kembali.

2. Perlakukan saham sebagai manusia
Apa maksudnya? Saham bukan semata-mata kertas atau bukti kepemilikan, tetapi ada apa yang dibelakangnya. Saham sangat terpengaruh oleh kinerja perusahaan, pimpinan perusahaan, jenis dan karakteristik produk, persaingan, ekonomi global dll. Artinya apa? Saham akan terus berubah tergantung kondisi pasar. Seperti manusia yang kadang terpengaruh lingkungan, mood dll.

3. Disiplin
Yang dimaksud disiplin disini adalah bahwa investor wajib menetapkan batas atas dan batas bawah atau melakukan perencanaan. Seperti batasan cut-loss. Aturan itu harus ditaati dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu dan emosi sesaat.

4. Tekun dalam menganalisis dan serius
Jangan lupa untuk melakukan review atau analisis portofolio secara berkala. Untuk lebih mudahnya, jangan terlalu banyak diversifikasi agar tidak kesulitan menganalisisnya.

5. Belajar fundamental ekonomi global dan perusahaan emiten
Saham sangat fluktuatif, jadi mau tidak mau investor harus melihat perkembangan ekonomi perusahaan dan ekonomi dunia karena biasanya saling terkait.

online trading

Istilah dalam Trading Saham Pasar Modal

Dalam trading saham, biasanya ada rekomendasi-rekomendasi dari analis pasar modal. Analis Pasar modal bertugas melakukan analisis terhadap saham, baik fundamental maupun teknikal. hasil riset berupa rekomendasi biasanya dipublikasikan melalui media atau secara khusus dikirimkan kepada investor (biasanya khusus layanan berbayar). Para analis saham ini biasanya bernaung di perusahaan sekuritas atau perusahaan riset tersendiri. Hasil riset analis pasar modal ini sering dijadikan acuan bagi trader dalam membuat keputusan investasi apakah mengambil posisi jual atau posisi beli.
Istilah-istilah dalam trading saham yang biasa digunakan oleh trader adalah :

1. Bullish
Istilah ini berarti digunakan untuk menggambarkan posisi sinyal pasar akan membaik akibat pergerakan kenaikan harga saham berupa kenaikan harga saham dan diikuti kenaikan volume perdagangan.

2. Bearish
Istilah ini merupakan kebalikan dari Bullish, yaitu menggambarkan posisi sinyal pasar akan memburuk akibat pergerakan penurunan harga saham berupa penurunan harga saham dan diikuti penurunan volume perdagangan.

Dalam posisi bullish atau bearish, biasanya rekomendasi analis pasar modal kepada trader bisa dalam bentuk aksi profit taking, cut loss, hold atau wait n see.

3. Profit taking
Profit taking artinya adalah aksi ambil untung. Ini biasa direkomendasikan oleh analis pasar modal saat ada kenaikan harga. Biasanya, jika rekomendasinya profit taking, trader kemudian menindaklanjuti dengan menjual saham saat ada kenaikan harga sehingga mereka mendapatkan keuntungan.

4. Cut Loss
Cut loss artinya aksi segera jual. Rekomendasi ini biasanya terjadi jika saham tidak lagi menguntungkan, harga terus turun disebabkan kinerja atau sentimen perusahaan dan ekonomi memburuk. Cut loss dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih banyak.

5. Hold
Aksi hold artinya menahan. Jika ada rekomendasi hold, maka trader direkomendasikan untuk menahan posisi sambil melihat perkembangan saham.

6. Buy on Strength
Pada rekomendasi ini, saham memiliki volume yang besar sebagai pemicu kenaikan harganya sehingga saat itulah waktu yang tepat bagi trader untuk membeli.

7. Buy on Weakness
Pada rekomendasi ini, pasar sedang melemah, tetapi direkomendasikan membeli karena itulah waktu yang tepat bagi trader untuk membeli.

online trading

Tips Praktis Strategi Trading Optimal

Dalam dunia jual-beli saham, pelaku trading (trader) memiliki teknik dan strategi masing-masing untuk melakukan analisis dan mengambil keputusan dalam berinvestasi. Beberapa karakteristik trading dimiliki pelaku pasar yang berhasil dan memperoleh trading yang optimal. Tips Praktis Strategi Trading yang optimal  adalah sebagai berikut :

1. Mau menerima kerugian dan fokus pada peluang lain
Investor yang sukses selalu memahami bahwa investasi beresiko. Tetapi dia tidak meratap jika ada kerugian yang dialami, melainkan langsung fokus kepada potensi dan peluang dari investasi lain. Mereka yang berhasil selalu membuat planning target cut-loss jika memahami adanya kesalahan dan beralih ke saham lain yang menguntungkan. Contohnya : Saham ABCD dibeli seharga 100 dengan target cut loss 80. Pada saat harga 80 dan tren menunjukkan penurunan, trader / investor langsung melakukan penjualan saham ABCD kemudian membeli saham lain yang lebih potensial. Harapan cara seperti ini adalah agar kerugian tidak bertambah banyak dan kerugian yang dialami dapat diganti dengan keuntungan dari saham lain.

2. Memiliki Trading Plan
Trader yang sukses selalu memiliki trading plan. Semua transaksi direncanakan dari awal, dan rencana alternatif selalu disediakan jika diperlukan. Selalu ada Plan B jika Plan A tidak berhasil. Secara umum, isi trading plan adalah penentuan waktu akan mengambil posisi dan melikuidasi posisi serta penentuan resiko dan waktu di harga berapa kerugian akan dihentikan ( cut-loss ), berapa jumlah resiko maksimal yang akan diterima. Trader yang berhasil harus melaksanakan dengan sabar dan disiplin rencana yang telah disusun, tidak mudah panik menghadapi kondisi pasar yang bergerak dinamis dan selalu menganggap bahwa saham adalah bisnis jangka panjang.

3. Memperoleh hasil Lebih baik dengan Resiko yang Kecil
Sebelum masuk ke posisi dalam trading, trader harus mempertimbangkan potensi kerugian dan potensi keuntungan. jika peluang resiko lebih besar daripada peluang keuntungan, lebih baik trader itu mengambil posisi menunggu, alias tidak menentukan posisi jual atau beli. Trader juga tidak buru-buru ambil keuntungan jika masih ada potensi keuntungan lebih besar, tetapi juga tidak akan menunggu hingga keuntungan berubah menjadi kerugian.

4. Mengikuti arah harga
Dalam sejarah per-trading-an, trader yang berhasil dapat dilihat pada rader yang mengambil peluang transaksi yang sesuai trend pasar. Untuk, trader jangka pendek (swing trader), mereka juga melihat tren untuk periode tertentu.

5. Tidak melakukan Over trading
Trader yang berhasil tidak akan menyerahkan semuanya pada satu instrumen atau satu saham saja. Mereka selalu membuat portofolio investasi, sehingga dapat memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan kerugian.

online trading

Jumat, 18 Juli 2014

Kapan saat menjual Saham ?

Jawaban dari pertanyaan itu seringkali jauh lebih sulit dibandingkan jawaban mengenai saham mana yang menarik untuk dibeli. Kenyataannya, selalu ada pilihan : tetap dimiliki atau dijual. Jadi pilihlah alasan yang tepat. Beberapa alasan yang biasanya digunakan oleh investor adalah sebagai berikut :

  1. Investor menyadari telah membuat keputusan yang salah. Saat membeli saham, investor akan membuat asumsi sebagai hasil analisis dari suatu bisnis. baik analisis teknikal, maupun fundamental, termasuk rumor-rumor yang ada. Karena investasi ini menyangkut masa depan, dalam perjalanannya terkadang ada faktor yang sebelumnya tidak diperhatikan tetapi berpengaruh besar pada kinerjanya. Misalnya : krisis Amerika Serikat tahun 2008-an yang berdampak anjloknya beberapa harga saham di Indonesia. Padahal kejadiannya diluar negeri, tetapi berdampak di Indonesia juga. Jika suatu saat terjadi hal semacam itu, ingat, investor harus punya target cut loss untuk saat menjual saham agar kerugian tidak semakin besar lagi
  2. Kondisi fundamental perusahaan telah berubah. Saham perusahaan yang dibeli, biasanya mencerminkan kemampuan potensi perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Tetapi bisnis tidak ada yang abadi, karena persaingan, keterbatasan, peraturan dll. Terus bagaimana jika perusahaan mulai stagnan karena tidak ada ruang untuk ekspansi usaha lebih lanjut. Jika investor bersikukuh untuk tetap memegang sahamnya, maka dipastikan imbal hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan.
  3. Nilai saham tidak dapat menjustifikasi harga. Maksudnya adalah, harga sangat fluktuatif tergantung mood pasar termasuk rumor yang masih isu pun bisa mempengaruhi pasar. jika mood pasar sedang baik, harga saham cenderung tinggi. Nah saat inilah yang cocok untuk menjual saham lalu membelinya kembali ketika harga wajar.
  4. Proporsi saham di portofolio terlalu besar. Ini menyangkut prinsip "jangan taruh banyak telur di satu keranjang". karena portofolio yang terlalu besar di investor, maka untuk mendiversifikasinya harus dengan menjual saham. Tetapi tunggu dulu.... pastikan bahwa yang dijual memang tidak berprospek lagi di masa depan. Jika ada saham yang lebih baik, kenapa dipertahankan saham yang lama... betul..betul..betul (kata Ipin)
So, kapan saat yang tepat untuk menjual saham? Silahkan analisis dulu dari sudut pandang Saudara.

trading saham



Kamis, 17 Juli 2014

Right Issue - Apa itu? Kenalan Yuk

Apa artinya ? 
Right issue adalah aksi korporasi yang dalam bahasa Indonesia disebut Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). kalau diterjemahkan gampanya adalah menerbitkan hak.

Siapa yang menerbitkan Right? 
Right diterbitkan oleh perusahaan setelah mendapat persetujuan dari mayoritas pemegang saham. Artinya : Right issue adalah aksi yang dipilih dilakukan oleh pemegang saham mayoritas. Jika anda adalah pemegang saham jumlah kecil, anda mau tidak mau harus ikut keputusan mayoritas pemegang saham.

Hak apa yang diterbitkan?
Dalam right issue, yang diterbitkan adalah hak (right) memesan saham baru yang akan dijual oleh perusahaan.

Siapa yang berhak mendapat right?
Tentu saja yang punya hak / right itu. Jika anda tidak mempunyai right, anda tidak bisa beli saham baru. Dengan kata lain, yang boleh membeli saham baru (menyetor modal tambahan) adalah pemegang saham lama. Jika anda bukan pemegang saham, anda tidak boleh ikut beli saham baru.

Mengapa perusahaan right issue?
Nah, ini pertanyaan yang sulit karena tergantung kasus masing-masing dan motivasi masing-masing. Tiap right issue punya motivasi, karena saat ini sedang puasa, saya ambil contoh motivasi yang positif yaitu akan mengembangkan usaha.
Dalam pengembangan usaha terutama yang membutuhkan modal besar, perusahaan tidak dapat hanya berdasarkan modal yang telah ada saja atau utang yang terus menerus. Untuk itu, diterbitkan right issue untuk menjamin ketersediaan modal tanpa mengurangi hak pemegang saham lama. Maksudnya adalah, pemegang saham yang lama diberikan kesempatan terlebih dahulu sehingga kepemilikan sahamnya dapat tetap terjaga dibandingkan dengan menjualnya ke pihak luar, yang bisa jadi jika modalnya lebih besar, bisa mengubah kondisi yang ada secara signifikan karena menjadi pemegang saham dominan/mayoritas.

trading saham

Rabu, 16 Juli 2014

Jangan hanya jual/beli saham berdasarkan Bid/Offer

Sebelum saya jelaskan mengapa judul itu saya posting, ada baiknya saya jelasan dulu apa itu bid dan apa itu offer.

  • Bid = penawaran beli, minat beli, antri beli
  • Offer = penawaran jual, minat jual, antri jual
Nah, dari pengertian diatas, yang namanya bid (minat beli) tidak berarti pasti dapat. Hal ini karena bid (minat beli) anda akan terlaksana hanya jika ada pihak lain yang menjual saham kepada anda pada harga Bid tersebut. Begitu juga offer (minat jual), akan terlaksana hanya jika ada pihak lain yang membeli saham kepada anda pada harga Offer tersebut.
Masalahnya, sebelum bid atau offer terlaksana, banyak hal yang bisa terjadi dan bisa anda lakukan, yaitu membatalkan (withdraw) atau mengubah (amend) bid/offer tersebut secara sepihak.
Agar lebih jelas, lihat ilustrasi sebagai berikut :
Misalkan harga WSKT saat ini 730 dan anda memasang Bid 100 lot di 710, artinya "kalau WSKT turun ke 710, gue mau beli 100 lot". Beberapa saat kemudian, saat WSKT turun ke 720, anda berpikir, "kayaknya Bid saya yang 710 masih kemahalan, saya turunin aja dieh di harga 700" Karena order bid anda belum terlaksana, anda boleh saja mencabut Bid di 710 dan memasukkan order baru bid di 700. ini artinya "jika WSKT turun ke 700, baru saya mau beli". Cara ini adalah sah dan legal termasuk jika dilakukan berulang-ulang.
Mungkin anda berpikir : "wah, sama ya kayak jual beli di pasar tradisional". ini benar, tapi ada bedanya, yaitu karena anda tak bertemu dengan penjualnya, maka harga bid/offer dapat dengan mudah diubah atau dibatalkan. Beda kalau anda bertemu langsung dengan penjualnya, jika anda sudah bid 710, masak mau nawar lagi di bid 700, bisa digamparin sama penjualnya tuh.

Oke, masuk ke permasalahan sesuai judul diatas. Mengapa jangan hanya mendasarkan Bid/Offer dalam jual/beli saham? Jawabannya adalah "psikologi harga". Masih belum jelas juga? Oke, pakai ilustrasi dan permainan logika saja seperti ini :
Bagi investor pemula, melihat Bid pada saham ABCD berjumlah puluhan ribu lot pada harga 700, padahal harga terendah offer saat itu 720, mungkin saja langsung berkesimpulan
"wah, saham ini banyak yang mau beli, prospek bagus untuk ambil keuntungan karena peminatnya banyak. So sebelum ketinggalan dan kehilangan potensi untung, lebih baik saya beli beli sekarang juga. "
Akhirnya, anda Bid pada posisi sama dengan offer 720. Masalahnya, bisa saja setelah bid anda terlaksana, bandar besar yang tadinya pasang bid di harga 700 dengan ribuan lot mencabut bid-nya dan harga saham melorot. Bisa saja itu dimanfaatkan oleh bandar agar saham ABCD yang dia punya bisa terjual di 720. Nah, kena deh dikadalin....
So, dalam bid / offer ini bisa saja dipakai pihak-pihak tertentu untuk mempengaruhi pasar. Kesimpulannya adalah "Jangan beli atau jual saham hanya berdasarkan Bid dan Offer", kecuali memang anda ingin menjual / membeli untuk jangka panjang.

online trading



Selasa, 15 Juli 2014

Belajar Analisis Saham : Candlestick Bullish marubazu

Untuk menganalisis pergerakan saham, investor dapat melihat grafik pergerakan saham dan grafik candlestick. Dengan mengamati pergerakan harga pada hari terbentuknya candlestick dapat membantu investor memahami potensi keuntungan yang diperoleh.

Candlestick pada Bullish Marubazu
Skenario Bullish Marubazu pertama :

trading saham

Keterangan gambar diatas : Grafik Bull Marubazu menunjukkan buyer sedang mendominasi pasar. Pada skenario pertama terlihat buyer pada awalnya mendominasi pasar sejak pembukaan harga langsung menguat menuju level tertinggi harian. kemudian perdagangan sempat didominasi sementara oleh seller namun tidak sempat menyentuh level terendah harian. hal tersebut disebabkan oleh dominasi buyer masih kuat danpada akhirnya harga kembali menguat dan ditutup di level tertinggi hariannya. Pergerakan harga harian yang seperti itu menunjukkan buyer sangat kuat sehingga harga pada hari berikutnya berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Jadi pada posisi ini, jika anda menjual saham, anda akan untung karena buyernya banyak.

Skenario Bullish Marubazu kedua :


trading saham

Pada skenario kedua, perdagangan pada hari tersebut didominasi hanya oleh buyer. Harga pada saat pembukaan langsung menguat sepanjang hari dan akhirnya ditutup di level tertinggi hari tersebut. Pada kondisi ini sangat penting melihat panjang-pendeknya batang candlestick, karena jika terlalu panjang (kenaikan harga semakin tinggi) maka dapat mendorong seller untuk melakukan penjualan pada perdagangan hari berikutnya.



Perencanaan Investasi : Kapan dan Dengan Apa Investasi

Perlukah kita merencanakan investasi? bagi investor pemula, mungkin pertanyaan itu yang sering hinggap dipemikirannya. Tetapi jawabannya cuma satu : sangat perlu.
Nah, untuk perencanaan investasi, hal -hal yang harus kita perhatikan adalah

1. motivasi atau tujuan berinvestasi. 
Untuk motivasi tidak saya jelaskan lebih lanjut karena telah saya postig sebelumnya

2. Jangka waktu investasi
Pada dasarnya, jangka waktu investasi dibagi menjadi 3, yaitu jangka pendek (1-2 tahun), jangka menengah (2-5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Untuk investasi jangka pendek, investor harus berinvestasi pada produk investasi yang mudah dicairkan kapan saja dan dimana saja. Biasanya untuk  jangka pendek, keuntungan tidak terlalu tinggi, dan biasanya pada produk yang udah cair seperti ; tabungan, deposito dan emas. Untuk saham dan reksa dana saham, walaupun bisa dijadikan instrumen, tetapi perlu kewaspadaan karena tingkat fluktuasinya lumayan besar dan beresiko besar. Untuk jangka menengah dan panjang, berinvestasi di saham dan reksadana sangat bagus dengan syarat tren harga saham emiten yang dibeli menunjukkan tren yang positif. Untuk jangka panjang, paling baik jika digunakan produk emas taua real properti.

3. resiko investasi
Semua produk investasi memiliki resiko , keunggulan dan kelemahan masing-masing. Baik itu tabungan, emas,saham, reksadana, obligasi maupun real property semuanya punya resiko. Nah, dipostingan ini saya tidak membahas resiko masing-masing instrumen/produk.

4. Kemampuan berinvestasi
Ini hal yang perlu diperhatikan karena kita tidak bisa berinvestasi jika tidak mempunyai cukup dana untuk berinvestasi. Lihatlah dulu kemampuan kita, baru tentukan tujuan, jangka waktu, dan resiko produk investasi. Janganlah anda berhutang hanya untuk berinvestasi kecuali jika anda yakin hasil dari investasi tersebut dapat digunakan untuk membayar hutang dan bunganya.

5. Portofolio Investasi
Ini juga penting. Intinya, anda harus membagi investasi dalam berbagai produk. Ingat : "jangan menaruh banyak telur dalam satu keranjang". Kalau pecah kan habis semua. itu intinya. Jadi anda harus mempunyai tabungan dan investasi jenis lainnya. Atau jika anda berinvestasi di saham, jangan hanya beli 1 emiten saja, tetapi beli beberapa saham perusahan yang berbeda, sehingga jika salah satu bankrut, anda tidak rugi terlalu banyak.


Senin, 14 Juli 2014

Analisis laporan Keuangan untuk mengawasi harga saham

Laporan laba rugi merupakan salah satu laporna keuangan yang diwajibkan dibuat bagi para perusahaan yang go public. laporan ini juga wajib dipublikasikan sehingga para investor dapat mengawasi dan mempelajarinya sekaligus sebagai laporan pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan kepada investor.
Laporan laba rugi merupakan rangkuman kegiatan usaha berupa pendapatan dan pengeluaran perusahaan dalam periode tertentu. Jadi, dengan laporan ini kita dapat mengetahui berapa besar pendapatan (atau rugi) suatu perusahaan dan berapa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.
Pendapatan utama perusahaan diperoleh dari penjualan barang dan atau jasa, sedangkan biaya mencakup biaya pokok produk (HPP) dan biaya operasi. Biaya pokok produk adalah biaya yang dikeluarkan untuk membuat atau menyediakan produk yang akan dijual, misalnya perusahaan yang memproduksi kue/bakery, harga pokoknya antara lain : bahan yang digunakan, tenaga kerja langsung yang terlibat dalam pembuatan kue, gas, dll. Biaya operasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendukung operasional perusahaan seperti ; gaji karyawan administrasi, transportasi, dll.
Lalu, apa hubungan dengan harga saham?
Hubungannya baik-baik saja... he..he...he, bercanda. Hubungannya sangat erat, kenapa? Perusahaan yang mempunyai potensi tren keuntungan terus menerus akan mempunyai tren kenaikan harga saham secara terus menerus dan sebaliknya jika perusahaan selalu rugi, harga sahamnya pasti akan anjlok. Kok bisa? Mari kita kembalikan ke tujuan investasi kita "mencari keuntungan". Siapa sih yang mau rugi terus menerus? tentu tidak ada. Jika ada perusahaan yang rugi terus-menerus, bisa dipastikan tidak ada investor yang mau beli kecuali yang memiliki potensi untuk penggabungan bisnis atau punya nilai strategis lainnya. Nah, karena kerugiannya ini, nilai aset perusahaan akan menyusut terus menerus, utang menumpuk, lalu jika bangkrut, apa yang bisa diperoleh oleh investor hanyalah sisa-sisa aset setelah dikurangi dengan utang/kewajiban waktu dilelang. Masih mau beli perusahaan yang sering rugi?
Terus apa maksudnya "kecuali" diatas? Maksudnya jika ada yang mau beli kemungkinan ada potensi strategis tertentu. Saya ambil contoh : saham perusahaan roti yang terus-terusan rugi, dibeli oleh pemilik saham perusahaan tepung terigu. Nah untuk pembelian saham ini dimungkinkan beberapa hal yang menjadi alasannya, seperti :

  • Pembeli akan melakukan ekspansi bisnis ke hilir, maksudnya menguasai pasar dari pembuatan tepung terigu hingga produk jadinya (roti). Dengan demikian, ada pasar yang pasti bagi produk tepung terigunya (walaupun masih perusahaan sendiri).
  • Pembeli merasa yakin bahwa ada kesalahan manajemen di perusahaan roti dan ia merasa mampu mengubah manajemen sehingga dapat menghasilkan keuntungan dari pabrik roti itu.
  • Pembelinya kebanyakan duit sampai bingung mau diapain (yang ini hanya bercanda ya)
Jadi, belajarlah dulu laporan keuangan perusahaan sebelum anda membelinya.

online trading


Analisis Teknikal Saham

Apa itu analisis teknikal saham? mungkin, rekan netter bertanya-tanya kenapa saya posting yang pertama adalah ini, bukan informasi yang lainnya. Oke saya jelaskan, blog ini adalah media untuk berbagi informasi sekaligus media saya untuk belajar dan menambah pengetahuan. Jadi apa yang saya pelajari akan saya tuangkan di blog ini. Nah kebetulan saat ini saya lagi belajar analisis teknikal saham, jadi sekaligus juga saya share pengetahuan ini.

Baiklah, apa sih analisis teknikal saham itu? Untuk mudahnya, dalam menganalisis saham ada beberapa analisis yang dipelajari. Salah satunya adalah analisis teknikal. nah bagaimana mempelajarinya? Cara mudah mempelajarinya adalah dengan mengetahui pola-pola pergerakan harga saham dari sebuah emiten. Keputusan dalam analisis ini adalah menjual atau membeli dengan didasari data-data harga dan volume perdagangan saham di masa lalu untuk memprediksi pola perilaku harga saham di masa datang.
Fokus yang ingin dicapai adalah ketepatan waktu memprediksi perubahan harga jangka pendek dan menekankan perhatian dan perubahan harga dibandingkan tingkat harga.

Bagaimana memulai analisi teknikal saham?
Analisis ini menggunakan data pasar yang telah dipublikasikan, seperti harga, volume, dan faktor lain yang bersifat teknis. Jadi perlu memahami istilah-istilah seperti harga pembukkan (open price), harga tinggi (high price), harga rendah (low price) dan harga penutupan (closing price). Selain itu, pelaku pasar harus memahami kondisi dan kejadian yang terjadi yang secara rasional ataupun irasional sudah direfleksikan dalam harga yang terbentuk. Jadi dasar pemikirannya adalah jika permintaan meningkat dan penawaran menurun atau tetap, maka harga akan naik, dan sebaliknya.
Selain itu, pelaku pasar dapat menggunakan tren sebagai patokan analisis teknikal saham. Tren harga bergerak dalam suatu tren dan tidak mungkin dimanipulasi. jika tren bergerak naik, maka tidak mungkin turun, kecuali ada reversal.
Cara lain adalah pedoman bahwa aksi pasar selalu berulang. Dalam analisis ini digunakan kepercayaan bahwa investor akan mengulangi perbuatannya jika kondisi pasar sama. Biasanya hal ini dibuat dalam diagram / chart. Sehingga dengan mengamati diagram/chart ini, pelaku pasar dapat segera membuat keputusan secepat mungkin dalam mengambil aksi jual ataupun beli dan menghitung potensi keuntungan yang dapat diperoleh.

online trading