Selasa, 15 Juli 2014

Perencanaan Investasi : Kapan dan Dengan Apa Investasi

Perlukah kita merencanakan investasi? bagi investor pemula, mungkin pertanyaan itu yang sering hinggap dipemikirannya. Tetapi jawabannya cuma satu : sangat perlu.
Nah, untuk perencanaan investasi, hal -hal yang harus kita perhatikan adalah

1. motivasi atau tujuan berinvestasi. 
Untuk motivasi tidak saya jelaskan lebih lanjut karena telah saya postig sebelumnya

2. Jangka waktu investasi
Pada dasarnya, jangka waktu investasi dibagi menjadi 3, yaitu jangka pendek (1-2 tahun), jangka menengah (2-5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Untuk investasi jangka pendek, investor harus berinvestasi pada produk investasi yang mudah dicairkan kapan saja dan dimana saja. Biasanya untuk  jangka pendek, keuntungan tidak terlalu tinggi, dan biasanya pada produk yang udah cair seperti ; tabungan, deposito dan emas. Untuk saham dan reksa dana saham, walaupun bisa dijadikan instrumen, tetapi perlu kewaspadaan karena tingkat fluktuasinya lumayan besar dan beresiko besar. Untuk jangka menengah dan panjang, berinvestasi di saham dan reksadana sangat bagus dengan syarat tren harga saham emiten yang dibeli menunjukkan tren yang positif. Untuk jangka panjang, paling baik jika digunakan produk emas taua real properti.

3. resiko investasi
Semua produk investasi memiliki resiko , keunggulan dan kelemahan masing-masing. Baik itu tabungan, emas,saham, reksadana, obligasi maupun real property semuanya punya resiko. Nah, dipostingan ini saya tidak membahas resiko masing-masing instrumen/produk.

4. Kemampuan berinvestasi
Ini hal yang perlu diperhatikan karena kita tidak bisa berinvestasi jika tidak mempunyai cukup dana untuk berinvestasi. Lihatlah dulu kemampuan kita, baru tentukan tujuan, jangka waktu, dan resiko produk investasi. Janganlah anda berhutang hanya untuk berinvestasi kecuali jika anda yakin hasil dari investasi tersebut dapat digunakan untuk membayar hutang dan bunganya.

5. Portofolio Investasi
Ini juga penting. Intinya, anda harus membagi investasi dalam berbagai produk. Ingat : "jangan menaruh banyak telur dalam satu keranjang". Kalau pecah kan habis semua. itu intinya. Jadi anda harus mempunyai tabungan dan investasi jenis lainnya. Atau jika anda berinvestasi di saham, jangan hanya beli 1 emiten saja, tetapi beli beberapa saham perusahan yang berbeda, sehingga jika salah satu bankrut, anda tidak rugi terlalu banyak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar