Jawaban dari pertanyaan itu seringkali jauh lebih sulit dibandingkan jawaban mengenai saham mana yang menarik untuk dibeli. Kenyataannya, selalu ada pilihan : tetap dimiliki atau dijual. Jadi pilihlah alasan yang tepat. Beberapa alasan yang biasanya digunakan oleh investor adalah sebagai berikut :
- Investor menyadari telah membuat keputusan yang salah. Saat membeli saham, investor akan membuat asumsi sebagai hasil analisis dari suatu bisnis. baik analisis teknikal, maupun fundamental, termasuk rumor-rumor yang ada. Karena investasi ini menyangkut masa depan, dalam perjalanannya terkadang ada faktor yang sebelumnya tidak diperhatikan tetapi berpengaruh besar pada kinerjanya. Misalnya : krisis Amerika Serikat tahun 2008-an yang berdampak anjloknya beberapa harga saham di Indonesia. Padahal kejadiannya diluar negeri, tetapi berdampak di Indonesia juga. Jika suatu saat terjadi hal semacam itu, ingat, investor harus punya target cut loss untuk saat menjual saham agar kerugian tidak semakin besar lagi
- Kondisi fundamental perusahaan telah berubah. Saham perusahaan yang dibeli, biasanya mencerminkan kemampuan potensi perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Tetapi bisnis tidak ada yang abadi, karena persaingan, keterbatasan, peraturan dll. Terus bagaimana jika perusahaan mulai stagnan karena tidak ada ruang untuk ekspansi usaha lebih lanjut. Jika investor bersikukuh untuk tetap memegang sahamnya, maka dipastikan imbal hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan.
- Nilai saham tidak dapat menjustifikasi harga. Maksudnya adalah, harga sangat fluktuatif tergantung mood pasar termasuk rumor yang masih isu pun bisa mempengaruhi pasar. jika mood pasar sedang baik, harga saham cenderung tinggi. Nah saat inilah yang cocok untuk menjual saham lalu membelinya kembali ketika harga wajar.
- Proporsi saham di portofolio terlalu besar. Ini menyangkut prinsip "jangan taruh banyak telur di satu keranjang". karena portofolio yang terlalu besar di investor, maka untuk mendiversifikasinya harus dengan menjual saham. Tetapi tunggu dulu.... pastikan bahwa yang dijual memang tidak berprospek lagi di masa depan. Jika ada saham yang lebih baik, kenapa dipertahankan saham yang lama... betul..betul..betul (kata Ipin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar