Dalam trading saham, biasanya ada rekomendasi-rekomendasi dari analis pasar modal. Analis Pasar modal bertugas melakukan analisis terhadap saham, baik fundamental maupun teknikal. hasil riset berupa rekomendasi biasanya dipublikasikan melalui media atau secara khusus dikirimkan kepada investor (biasanya khusus layanan berbayar). Para analis saham ini biasanya bernaung di perusahaan sekuritas atau perusahaan riset tersendiri. Hasil riset analis pasar modal ini sering dijadikan acuan bagi trader dalam membuat keputusan investasi apakah mengambil posisi jual atau posisi beli.
Istilah-istilah dalam trading saham yang biasa digunakan oleh trader adalah :
1. Bullish
Istilah ini berarti digunakan untuk menggambarkan posisi sinyal pasar akan membaik akibat pergerakan kenaikan harga saham berupa kenaikan harga saham dan diikuti kenaikan volume perdagangan.
2. Bearish
Istilah ini merupakan kebalikan dari Bullish, yaitu menggambarkan posisi sinyal pasar akan memburuk akibat pergerakan penurunan harga saham berupa penurunan harga saham dan diikuti penurunan volume perdagangan.
Dalam posisi bullish atau bearish, biasanya rekomendasi analis pasar modal kepada trader bisa dalam bentuk aksi profit taking, cut loss, hold atau wait n see.
3. Profit taking
Profit taking artinya adalah aksi ambil untung. Ini biasa direkomendasikan oleh analis pasar modal saat ada kenaikan harga. Biasanya, jika rekomendasinya profit taking, trader kemudian menindaklanjuti dengan menjual saham saat ada kenaikan harga sehingga mereka mendapatkan keuntungan.
4. Cut Loss
Cut loss artinya aksi segera jual. Rekomendasi ini biasanya terjadi jika saham tidak lagi menguntungkan, harga terus turun disebabkan kinerja atau sentimen perusahaan dan ekonomi memburuk. Cut loss dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih banyak.
5. Hold
Aksi hold artinya menahan. Jika ada rekomendasi hold, maka trader direkomendasikan untuk menahan posisi sambil melihat perkembangan saham.
6. Buy on Strength
Pada rekomendasi ini, saham memiliki volume yang besar sebagai pemicu kenaikan harganya sehingga saat itulah waktu yang tepat bagi trader untuk membeli.
7. Buy on Weakness
Pada rekomendasi ini, pasar sedang melemah, tetapi direkomendasikan membeli karena itulah waktu yang tepat bagi trader untuk membeli.
Istilah-istilah dalam trading saham yang biasa digunakan oleh trader adalah :
1. Bullish
Istilah ini berarti digunakan untuk menggambarkan posisi sinyal pasar akan membaik akibat pergerakan kenaikan harga saham berupa kenaikan harga saham dan diikuti kenaikan volume perdagangan.
2. Bearish
Istilah ini merupakan kebalikan dari Bullish, yaitu menggambarkan posisi sinyal pasar akan memburuk akibat pergerakan penurunan harga saham berupa penurunan harga saham dan diikuti penurunan volume perdagangan.
Dalam posisi bullish atau bearish, biasanya rekomendasi analis pasar modal kepada trader bisa dalam bentuk aksi profit taking, cut loss, hold atau wait n see.
3. Profit taking
Profit taking artinya adalah aksi ambil untung. Ini biasa direkomendasikan oleh analis pasar modal saat ada kenaikan harga. Biasanya, jika rekomendasinya profit taking, trader kemudian menindaklanjuti dengan menjual saham saat ada kenaikan harga sehingga mereka mendapatkan keuntungan.
4. Cut Loss
Cut loss artinya aksi segera jual. Rekomendasi ini biasanya terjadi jika saham tidak lagi menguntungkan, harga terus turun disebabkan kinerja atau sentimen perusahaan dan ekonomi memburuk. Cut loss dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih banyak.
5. Hold
Aksi hold artinya menahan. Jika ada rekomendasi hold, maka trader direkomendasikan untuk menahan posisi sambil melihat perkembangan saham.
6. Buy on Strength
Pada rekomendasi ini, saham memiliki volume yang besar sebagai pemicu kenaikan harganya sehingga saat itulah waktu yang tepat bagi trader untuk membeli.
7. Buy on Weakness
Pada rekomendasi ini, pasar sedang melemah, tetapi direkomendasikan membeli karena itulah waktu yang tepat bagi trader untuk membeli.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar