Sebelum saya jelaskan mengapa judul itu saya posting, ada baiknya saya jelasan dulu apa itu bid dan apa itu offer.
Masalahnya, sebelum bid atau offer terlaksana, banyak hal yang bisa terjadi dan bisa anda lakukan, yaitu membatalkan (withdraw) atau mengubah (amend) bid/offer tersebut secara sepihak.
Agar lebih jelas, lihat ilustrasi sebagai berikut :
Misalkan harga WSKT saat ini 730 dan anda memasang Bid 100 lot di 710, artinya "kalau WSKT turun ke 710, gue mau beli 100 lot". Beberapa saat kemudian, saat WSKT turun ke 720, anda berpikir, "kayaknya Bid saya yang 710 masih kemahalan, saya turunin aja dieh di harga 700" Karena order bid anda belum terlaksana, anda boleh saja mencabut Bid di 710 dan memasukkan order baru bid di 700. ini artinya "jika WSKT turun ke 700, baru saya mau beli". Cara ini adalah sah dan legal termasuk jika dilakukan berulang-ulang.
Mungkin anda berpikir : "wah, sama ya kayak jual beli di pasar tradisional". ini benar, tapi ada bedanya, yaitu karena anda tak bertemu dengan penjualnya, maka harga bid/offer dapat dengan mudah diubah atau dibatalkan. Beda kalau anda bertemu langsung dengan penjualnya, jika anda sudah bid 710, masak mau nawar lagi di bid 700, bisa digamparin sama penjualnya tuh.
Oke, masuk ke permasalahan sesuai judul diatas. Mengapa jangan hanya mendasarkan Bid/Offer dalam jual/beli saham? Jawabannya adalah "psikologi harga". Masih belum jelas juga? Oke, pakai ilustrasi dan permainan logika saja seperti ini :
Bagi investor pemula, melihat Bid pada saham ABCD berjumlah puluhan ribu lot pada harga 700, padahal harga terendah offer saat itu 720, mungkin saja langsung berkesimpulan
"wah, saham ini banyak yang mau beli, prospek bagus untuk ambil keuntungan karena peminatnya banyak. So sebelum ketinggalan dan kehilangan potensi untung, lebih baik saya beli beli sekarang juga. "
Akhirnya, anda Bid pada posisi sama dengan offer 720. Masalahnya, bisa saja setelah bid anda terlaksana, bandar besar yang tadinya pasang bid di harga 700 dengan ribuan lot mencabut bid-nya dan harga saham melorot. Bisa saja itu dimanfaatkan oleh bandar agar saham ABCD yang dia punya bisa terjual di 720. Nah, kena deh dikadalin....
So, dalam bid / offer ini bisa saja dipakai pihak-pihak tertentu untuk mempengaruhi pasar. Kesimpulannya adalah "Jangan beli atau jual saham hanya berdasarkan Bid dan Offer", kecuali memang anda ingin menjual / membeli untuk jangka panjang.
- Bid = penawaran beli, minat beli, antri beli
- Offer = penawaran jual, minat jual, antri jual
Masalahnya, sebelum bid atau offer terlaksana, banyak hal yang bisa terjadi dan bisa anda lakukan, yaitu membatalkan (withdraw) atau mengubah (amend) bid/offer tersebut secara sepihak.
Agar lebih jelas, lihat ilustrasi sebagai berikut :
Misalkan harga WSKT saat ini 730 dan anda memasang Bid 100 lot di 710, artinya "kalau WSKT turun ke 710, gue mau beli 100 lot". Beberapa saat kemudian, saat WSKT turun ke 720, anda berpikir, "kayaknya Bid saya yang 710 masih kemahalan, saya turunin aja dieh di harga 700" Karena order bid anda belum terlaksana, anda boleh saja mencabut Bid di 710 dan memasukkan order baru bid di 700. ini artinya "jika WSKT turun ke 700, baru saya mau beli". Cara ini adalah sah dan legal termasuk jika dilakukan berulang-ulang.
Mungkin anda berpikir : "wah, sama ya kayak jual beli di pasar tradisional". ini benar, tapi ada bedanya, yaitu karena anda tak bertemu dengan penjualnya, maka harga bid/offer dapat dengan mudah diubah atau dibatalkan. Beda kalau anda bertemu langsung dengan penjualnya, jika anda sudah bid 710, masak mau nawar lagi di bid 700, bisa digamparin sama penjualnya tuh.
Oke, masuk ke permasalahan sesuai judul diatas. Mengapa jangan hanya mendasarkan Bid/Offer dalam jual/beli saham? Jawabannya adalah "psikologi harga". Masih belum jelas juga? Oke, pakai ilustrasi dan permainan logika saja seperti ini :
Bagi investor pemula, melihat Bid pada saham ABCD berjumlah puluhan ribu lot pada harga 700, padahal harga terendah offer saat itu 720, mungkin saja langsung berkesimpulan
"wah, saham ini banyak yang mau beli, prospek bagus untuk ambil keuntungan karena peminatnya banyak. So sebelum ketinggalan dan kehilangan potensi untung, lebih baik saya beli beli sekarang juga. "
Akhirnya, anda Bid pada posisi sama dengan offer 720. Masalahnya, bisa saja setelah bid anda terlaksana, bandar besar yang tadinya pasang bid di harga 700 dengan ribuan lot mencabut bid-nya dan harga saham melorot. Bisa saja itu dimanfaatkan oleh bandar agar saham ABCD yang dia punya bisa terjual di 720. Nah, kena deh dikadalin....
So, dalam bid / offer ini bisa saja dipakai pihak-pihak tertentu untuk mempengaruhi pasar. Kesimpulannya adalah "Jangan beli atau jual saham hanya berdasarkan Bid dan Offer", kecuali memang anda ingin menjual / membeli untuk jangka panjang.

BalasHapusMain saham boleh juga sih, kyknya bisa untungnya banyak.
Tapi ada yang sampe rugi terus hilang ga sih modalnya?
Ini saya baru nemuin yg katanya dijamin modal ama imbal hasilnya bener ga investasi bisa gitu?
minta pendapatnya suhu...
investasi mudah
Menurut saya, kl lg turun sahamnya..ya ngak usah jual..hold aja..kan ngak rugi...
BalasHapus